
Mama Sinta Sebut Kedatangannya ke Jakarta Berangkat dari Keinginan Pribadi
Di tengah beragam spekulasi yang muncul di media sosial, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta akhirnya memberikan penjelasan langsung mengenai alasan kedatangannya ke Jakarta.
Menurut Mama Sinta, keputusan tersebut lahir dari kesadarannya sendiri sebagai warga negara yang ingin mencari kejelasan atas persoalan yang sedang dihadapinya. Ia menegaskan tidak ada pihak yang mengatur, mengarahkan, ataupun memaksanya untuk melakukan perjalanan ke ibu kota.
"Saya datang karena kemauan saya sendiri. Saya ingin mencari keadilan dan menyampaikan apa yang saya rasakan secara langsung," ungkap Mama Sinta dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia mengaku merasa perlu datang ke Jakarta untuk mengurus persoalan yang berkaitan dengan penggunaan wajah dan identitas dirinya dalam film dokumenter Pesta Babi. Baginya, langkah tersebut merupakan hak setiap warga negara yang ingin mencari perlindungan hukum melalui mekanisme yang tersedia.
Mama Sinta juga menyampaikan bahwa berbagai narasi yang mencoba menggambarkan dirinya sebagai pihak yang digerakkan oleh kepentingan tertentu tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Bantah Tuduhan Mendapat Fasilitas Khusus Selama Perjalanan
Selain meluruskan tujuan kedatangannya, Mama Sinta juga membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya memperoleh fasilitas mewah untuk terbang ke Jakarta.
Menurut penuturannya, perjalanan dilakukan menggunakan penerbangan komersial reguler sebagaimana yang digunakan masyarakat umum. Ia menempuh perjalanan dari Papua menuju Jakarta melalui jalur penerbangan biasa dan tidak menggunakan pesawat pribadi maupun fasilitas eksklusif lainnya.
Mama Sinta menjelaskan bahwa seluruh proses perjalanan berlangsung normal dan tidak berbeda dengan penumpang lain yang melakukan perjalanan antardaerah.
Ia mengaku heran dengan munculnya berbagai informasi yang menyebut dirinya diterbangkan menggunakan jet pribadi atau memperoleh dukungan logistik dalam jumlah besar. Menurutnya, informasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama jika informasi tersebut belum terkonfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan.
Tidak Merasa Diintimidasi Selama Berada di Jakarta
Mama Sinta juga memberikan tanggapan terhadap isu lain yang berkembang, yakni tuduhan bahwa dirinya mengalami intimidasi atau tekanan selama berada di Jakarta.
Ia dengan tegas membantah kabar tersebut. Menurutnya, selama menjalani berbagai agenda di ibu kota, dirinya tetap dapat bergerak dan beraktivitas secara bebas.
Mama Sinta mengaku masih dapat beribadah, bertemu dengan keluarga dan pendamping hukum, serta menjalani berbagai kegiatan tanpa hambatan. Ia merasa tidak pernah berada dalam situasi yang membatasi kebebasannya untuk menyampaikan pendapat maupun menentukan langkah yang ingin diambil.
"Saya tidak merasa diintimidasi. Saya bisa pergi ke gereja, bertemu orang-orang, dan menjalankan aktivitas seperti biasa," jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai narasi yang berkembang di media sosial yang menggambarkan dirinya berada dalam tekanan selama proses hukum berlangsung.
Ingin Publik Fokus pada Substansi Persoalan yang Sedang Diperjuangkan
Di tengah banyaknya isu yang berkembang, Mama Sinta berharap perhatian publik tidak terfokus pada spekulasi mengenai perjalanan atau aktivitasnya selama di Jakarta.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah substansi persoalan yang sedang diperjuangkan, yakni terkait penggunaan wajah dan identitas dirinya yang menurut pengakuannya ditampilkan dalam film Pesta Babi tanpa persetujuan.
Ia menilai setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan bagaimana identitas dan dokumentasi pribadinya digunakan oleh pihak lain, terutama ketika ditampilkan dalam ruang publik.
Karena itu, Mama Sinta berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan kejelasan dan kepastian bagi semua pihak. Ia juga berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak individu serta perlindungan data pribadi di era digital.
Dengan berbagai klarifikasi yang telah disampaikannya, Mama Sinta mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara objektif dan memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.












