
Survei bertajuk "Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi" tersebut dipublikasikan pada Sabtu (27/6/2026) dan menjadi salah satu potret terbaru mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik maupun global.
Mayoritas Publik Menyatakan Puas terhadap Kinerja Presiden
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan terhadap Presiden masih berada pada level mayoritas.
Hasil survei menunjukkan 64,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka tersebut terdiri dari 57,9 persen responden yang menyatakan cukup puas dan 7,9 persen yang menyatakan sangat puas.
Sementara itu, 33,2 persen responden mengaku belum puas terhadap kinerja Presiden. Rinciannya, 28,9 persen menyatakan kurang puas dan 4,3 persen menyatakan tidak puas sama sekali, sedangkan sisanya memilih tidak menjawab atau belum memiliki penilaian.
Dalam paparannya, Chamad Hojin menyebut hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pemerintahan masih tergolong kuat meskipun Indonesia menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan ketidakpastian global.
Survei Dilaksanakan Secara Nasional
Puspoll Indonesia melaksanakan survei pada 18–26 Mei 2026 dengan melibatkan 2.400 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling melalui teknik multistage random sampling, sehingga setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden.
Dalam penyusunan sampel, Puspoll juga memperhatikan distribusi jumlah pemilih di setiap provinsi serta komposisi wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural) agar hasil survei dapat menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia secara lebih representatif.
Margin of Error Sebesar ±2 Persen
Dengan jumlah responden sebanyak 2.400 orang, survei memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Puspoll juga menerapkan proses pengendalian mutu terhadap sebagian hasil wawancara guna memastikan kualitas data yang diperoleh sebelum dipublikasikan.
Menurut Puspoll, penggunaan metode probability sampling dan multistage random sampling menjadi bagian penting untuk menjaga validitas hasil penelitian opini publik.
Kepuasan Masih Mayoritas Meski Mengalami Penyesuaian
Dalam pemaparannya, Chamad Hojin juga membandingkan hasil survei terbaru dengan survei Puspoll yang dilakukan pada Agustus 2025.
Saat itu, tingkat kepuasan terhadap Presiden berada di angka 67,7 persen, sedangkan hasil survei Mei 2026 menunjukkan angka 64,8 persen. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 2,9 poin persentase dibandingkan survei sebelumnya.
Meski demikian, Puspoll menilai tingkat kepuasan yang masih berada di atas 60 persen menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tetap memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan.
Menurut Chamad, perubahan tersebut perlu dibaca dalam konteks tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, termasuk tingginya harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta dampak ketidakpastian ekonomi global.
Ekonomi Menjadi Perhatian Utama Responden
Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, survei juga memotret persoalan yang dianggap paling mendesak oleh masyarakat.
Puspoll menemukan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi perhatian utama responden. Isu harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, kesempatan kerja, serta kondisi ekonomi rumah tangga menjadi faktor yang paling banyak memengaruhi penilaian publik terhadap pemerintah.
Dalam pemaparannya, Chamad Hojin menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari indikator makroekonomi, tetapi juga dari kondisi yang mereka rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menurutnya, upaya menjaga stabilitas harga, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Program Prioritas Pemerintah Mendapat Apresiasi
Survei Puspoll juga mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap sejumlah program prioritas pemerintah.
Hasilnya menunjukkan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memperoleh tingkat kepuasan 81,8 persen, menjadikannya salah satu program dengan apresiasi tertinggi dari masyarakat.
Selain itu, Program Sekolah Rakyat memperoleh tingkat kepuasan 68,5 persen. Mayoritas responden juga berharap kedua program tersebut terus dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung cenderung memperoleh tingkat penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan kebijakan yang dampaknya belum dirasakan secara luas.
Hasil Survei Menjadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Puspoll menilai survei opini publik merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem demokrasi untuk mengetahui bagaimana masyarakat menilai jalannya pemerintahan.
Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, survei juga memberikan gambaran mengenai bidang-bidang yang dinilai masyarakat telah berjalan baik maupun sektor yang masih memerlukan perhatian dan penyempurnaan.
Melalui survei yang melibatkan 2.400 responden, menggunakan metode multistage random sampling, serta memiliki margin of error ±2 persen, Puspoll menyatakan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan dan menyusun langkah-langkah strategis ke depan.
Secara keseluruhan, hasil survei memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo masih berada pada angka mayoritas, yaitu 64,8 persen. Di sisi lain, survei juga menunjukkan adanya harapan masyarakat agar pemerintah terus memperkuat kinerja, khususnya dalam bidang ekonomi, pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(1).png)











