Isu Korupsi
2 min read567

Pemerintah Perkuat Strategi Menjaga Ekonomi Nasional, Fundamental Indonesia Tetap Dipandang Tangguh

JAKARTA – Pemerintah terus mengintensifkan koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat, pemerintah menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan keseluruhan kekuatan ekonomi Indonesia yang hingga kini dinilai masih memiliki fundamental yang solid.

O

OP Admin

Published in Isu Korupsi

Loading...
Pemerintah Perkuat Strategi Menjaga Ekonomi Nasional, Fundamental Indonesia Tetap Dipandang Tangguh

Di sisi lain, optimisme terhadap perekonomian nasional tetap terjaga setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pemerintah meyakini sinergi kebijakan lintas sektor akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.

IMF Pertahankan Outlook Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Level 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai salah satu negara dengan prospek ekonomi yang stabil di tengah tantangan global. Pemerintah menilai kepercayaan tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga.

Airlangga: Tekanan Rupiah Lebih Dipengaruhi Faktor Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat tidak dapat dijadikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan internasional serta berbagai sentimen eksternal. Sementara itu, indikator ekonomi domestik dinilai masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat sehingga fundamental ekonomi tetap terpelihara.

Purbaya Nilai APBN Perlu Didukung Sektor Produktif

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN tidak bisa menjadi satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menilai peran investasi, sektor industri, dunia usaha, konsumsi masyarakat, dan ekspor harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas. Dengan sumber pertumbuhan yang lebih beragam, Indonesia dinilai akan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik menghadapi gejolak global.

Sinergi Kebijakan Diperkuat untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan

Pemerintah memandang sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, serta kebijakan sektor riil menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat iklim investasi, menjaga kepercayaan pelaku pasar, serta mendorong aktivitas ekonomi tetap tumbuh secara berkelanjutan. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar respons terhadap dinamika ekonomi global dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dengan dukungan fundamental ekonomi yang tetap kuat dan koordinasi kebijakan yang semakin solid, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sesuai target. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles