2 min read450

Relawan SPPG Terseret Dugaan Kasus Narkoba, BGN Depok Pastikan Sudah Dipecat

BGN Depok mengungkap kronologi dugaan keterlibatan relawan SPPG dalam kasus narkoba. Pihak terkait memastikan relawan tersebut telah diberhentikan dan evaluasi internal tengah dilakukan untuk memperketat pengawasan program.

O

OP Admin

Published in Isu Korupsi

Loading...
Relawan SPPG Terseret Dugaan Kasus Narkoba, BGN Depok Pastikan Sudah Dipecat

Dugaan Kasus Narkoba Picu Tindakan Cepat dari BGN Depok

Depok — Dugaan keterlibatan seorang relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kasus narkoba menjadi perhatian publik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Depok memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut.

Pihak BGN Depok memastikan relawan yang diduga terlibat telah diberhentikan dari tugasnya. Keputusan itu diambil segera setelah informasi terkait dugaan kasus narkotika diterima oleh pengelola program.

Kasus tersebut bermula dari penangkapan seorang sopir yang terlibat dalam kegiatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Depok. Dari hasil pengembangan penyelidikan, aparat menemukan dugaan keterlibatan individu lain yang diketahui berstatus relawan dalam program pelayanan gizi masyarakat tersebut.

Koordinator wilayah BGN Depok menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang melanggar hukum. Menurutnya, seluruh relawan yang terlibat dalam program pelayanan masyarakat wajib menjaga integritas dan mematuhi aturan yang berlaku.

BGN juga menekankan bahwa dugaan pelanggaran oleh oknum tertentu tidak mencerminkan keseluruhan program MBG maupun SPPG yang saat ini masih berjalan normal di berbagai wilayah.

Evaluasi Internal dan Pengawasan Relawan Akan Ditingkatkan

Menyusul mencuatnya kasus tersebut, BGN Depok menyatakan akan melakukan evaluasi internal untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap relawan. Langkah itu dilakukan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dan kepercayaan publik tidak terganggu.

Selain pengawasan, proses seleksi relawan juga disebut akan diperketat guna memastikan seluruh tenaga yang bertugas memiliki komitmen terhadap aturan hukum dan etika pelayanan publik.

Pengamat sosial menilai kasus ini menjadi momentum penting bagi lembaga pelayanan publik untuk memperkuat sistem kontrol internal. Menurut mereka, pengawasan berkala terhadap relawan sangat diperlukan karena program tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat luas.

Di sisi lain, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan tindakan individu dengan keseluruhan program pelayanan gizi nasional. Program Makan Bergizi Gratis disebut tetap menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

BGN Depok memastikan akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran lain yang berkaitan dengan relawan maupun operasional program pelayanan masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles