Isu Korupsi
•2 min read•546

Efisiensi dan Akuntabilitas: Kemenkeu Sanjung Pembenahan Tata Kelola Program MBG oleh BGN

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penilaian positif terhadap pembenahan berkelanjutan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa perbaikan manajemen yang dijalankan BGN membuat pelaksanaan program strategis ini semakin tertib dan transparan di tingkat lapangan.

O

OP Admin

Published in Isu Korupsi

Loading...
Efisiensi dan Akuntabilitas: Kemenkeu Sanjung Pembenahan Tata Kelola Program MBG oleh BGN

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menkeu Suahasil Nazara saat memaparkan kinerja realisasi APBN pada konferensi pers APBN KiTa yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Penyempurnaan Kelayakan Penerima dan Manajemen Penyaluran

Menkeu Suahasil menyampaikan bahwa pengawasan ketat serta penyempurnaan sistem yang diterapkan BGN berhasil meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat MBG di berbagai pelosok daerah. BGN dinilai konsisten membenahi data serta skema distribusi agar penyerapan anggaran berdaya guna maksimal.

Langkah tertib administrasi dan operasional ini memegang peranan krusial untuk memastikan setiap rupiah dari alokasi dana APBN memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi anak bangsa.

Realisasi Dana Tembus Rp 153,2 Triliun Bagi 57 Juta Penerima

Data hingga akhir September 2026 mencatat bahwa alokasi anggaran untuk penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis telah terealisasi sebesar Rp 153,19 triliun. Penyaluran dana ini disalurkan melalui ekosistem 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total cakupan mencapai 57 juta penerima manfaat.

Terkait ketersediaan dan fleksibilitas dana APBN untuk menunjang kebutuhan MBG, Menkeu Suahasil Nazara memberikan penekanan langsung:

"Anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan. Saat ini telah direalisasikan Rp 153,19 triliun sampai dengan 30 September," kata Suahasil.

Sinergi Anggaran Pendidikan dan Proyeksi APBN Mendatang

Dalam konferensi pers tersebut, Kemenkeu turut merincikan total penyerapan anggaran pendidikan yang telah mencapai Rp 574,2 triliun, di mana sebagian di antaranya terintegrasi untuk menunjang kecukupan nutrisi peserta didik lewat program MBG.

Pemerintah juga memproyeksikan alokasi anggaran sektor pendidikan pada APBN tahun anggaran 2027 dapat meningkat hingga Rp 824 triliun guna mendukung penguatan fasilitas sekolah serta skema sekolah gratis secara meluas.

Ringkasan Indikator Utama Program MBG dan BGN

  • Manajemen Mumpuni: BGN dinilai berhasil menghadirkan sistem penyaluran program MBG yang lebih rapi, terstruktur, dan tepat sasaran.

  • Capaian Realisasi: Penyerapan dana APBN untuk MBG menyentuh Rp 153,19 triliun per 30 September 2026.

  • Jaringan Layanan: Menjangkau 57 juta penerima manfaat yang dilayani oleh 27 ribu SPPG di seluruh Indonesia.

  • Komitmen Kemenkeu: Penyiapan alokasi anggaran bersifat adaptif sesuai dinamika serta kebutuhan riil di lapangan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles