
SURAKARTA — Digitalisasi terbukti menjadi kunci keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam memodernisasi layanan ekonomi di tingkat akar rumput. Berkat adopsi teknologi secara luas, koperasi ini berhasil meraup omzet penjualan melebihi Rp300 juta sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026.
Transformasi berbasis aplikasi tidak hanya mendongkrak pendapatan usaha, melainkan juga membangun transparansi dan kepercayaan warga untuk bertransaksi.
Efisiensi Operasional Melalui Aplikasi MyKopkel
Lompatan performa bisnis KKMP Banjarsari tidak lepas dari hadirnya platform digital MyKopkel yang dapat diakses anggota via ponsel pintar. Platform ini dirancang untuk memudahkan berbagai urusan perkoperasian, seperti pendaftaran anggota baru, pembayaran simpanan wajib, pendaftaran transaksi sembako, hingga fitur dompet digital yang terhubung dengan layanan QRIS dan Virtual Account.
Pengintegrasian sistem Point of Sale (POS) atau kasir digital pada gerai fisik koperasi juga memastikan seluruh lalu lintas barang dan catatan keuangan terekam secara otomatis dan transparan. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas biaya operasional harian gerai.
Perjalanan Berawal dari Garasi Rumah Warga
Di balik angka penjualan ratusan juta rupiah tersebut, KKMP Banjarsari menyimpan kisah perjuangan yang sederhana. Dirintis sejak September 2025, operasional gerai pertama kali dijalankan dari garasi rumah pribadi pengurus dengan tumpuan awal 32 orang anggota.
Roda bisnis mulai berkembang pesat setelah operasional dipindahkan ke bangunan bekas rumah dinas kelurahan yang tidak terpakai. Bermodalkan simpanan pokok dan wajib anggota, pengurus koperasi terus memutar modal usaha secara cepat untuk menghadirkan variasi sembako dan kebutuhan pokok bagi warga sekitar.
Menjadi Rujukan Koperasi Modern di Surakarta
Keberhasilan KKMP Banjarsari kini menarik perhatian berbagai pengelola koperasi kelurahan lain di Kota Solo untuk mengadopsi sistem digital serupa. Selain menjaga ketersediaan pasokan beras dan kebutuhan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, keberadaan koperasi digital ini sukses memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang mandiri.
(1).png)











