Isu Korupsi
•2 min read•1,239

Transformasi Digital Koperasi Kelurahan: KKMP Banjarsari Solo Sabet Omzet Rp300 Juta Lewat Layanan Modern

Inovasi digitalisasi melalui aplikasi MyKopkel mengantarkan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari di Solo mencetak omzet lebih dari Rp300 juta sepanjang semester pertama 2026. Berawal dari usaha kecil di garasi rumah warga, koperasi ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui layanan kasir modern, transaksi digital transparan, dan efisiensi biaya operasional.

O

OP Admin

Published in Isu Korupsi

Loading...
Transformasi Digital Koperasi Kelurahan: KKMP Banjarsari Solo Sabet Omzet Rp300 Juta Lewat Layanan Modern

SURAKARTA — Digitalisasi terbukti menjadi kunci keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam memodernisasi layanan ekonomi di tingkat akar rumput. Berkat adopsi teknologi secara luas, koperasi ini berhasil meraup omzet penjualan melebihi Rp300 juta sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026.

Transformasi berbasis aplikasi tidak hanya mendongkrak pendapatan usaha, melainkan juga membangun transparansi dan kepercayaan warga untuk bertransaksi.

Efisiensi Operasional Melalui Aplikasi MyKopkel

Lompatan performa bisnis KKMP Banjarsari tidak lepas dari hadirnya platform digital MyKopkel yang dapat diakses anggota via ponsel pintar. Platform ini dirancang untuk memudahkan berbagai urusan perkoperasian, seperti pendaftaran anggota baru, pembayaran simpanan wajib, pendaftaran transaksi sembako, hingga fitur dompet digital yang terhubung dengan layanan QRIS dan Virtual Account.

Pengintegrasian sistem Point of Sale (POS) atau kasir digital pada gerai fisik koperasi juga memastikan seluruh lalu lintas barang dan catatan keuangan terekam secara otomatis dan transparan. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas biaya operasional harian gerai.

Perjalanan Berawal dari Garasi Rumah Warga

Di balik angka penjualan ratusan juta rupiah tersebut, KKMP Banjarsari menyimpan kisah perjuangan yang sederhana. Dirintis sejak September 2025, operasional gerai pertama kali dijalankan dari garasi rumah pribadi pengurus dengan tumpuan awal 32 orang anggota.

Roda bisnis mulai berkembang pesat setelah operasional dipindahkan ke bangunan bekas rumah dinas kelurahan yang tidak terpakai. Bermodalkan simpanan pokok dan wajib anggota, pengurus koperasi terus memutar modal usaha secara cepat untuk menghadirkan variasi sembako dan kebutuhan pokok bagi warga sekitar.

Menjadi Rujukan Koperasi Modern di Surakarta

Keberhasilan KKMP Banjarsari kini menarik perhatian berbagai pengelola koperasi kelurahan lain di Kota Solo untuk mengadopsi sistem digital serupa. Selain menjaga ketersediaan pasokan beras dan kebutuhan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, keberadaan koperasi digital ini sukses memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang mandiri.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles